puisi

Thursday, May 2, 2019

PERKATAAN

Suatu masa mengukir peristiwa
diabadikan dalam sebuah cerita
terangkai kata dalam alur
menuai paham berdasar kata
entah fakta ataukah dusta

Kenangan dari sebuah suasana
berlanjut ke setiap telinga
sehingga tercipta sebuah rasa
apakah sedih atau bahagia
terucap murni ataukah ilusi

Mengejar harapan di masa depan
dirancang dalam setiap diri
bergantung dalam kata terucap
mencipta tekat dalam keputusan
mungkinkah kandas atau Berjaya

Betapa kuat terkaman kata
bisa membakar atau memadamkan
ada yang dimunculkan atau dilenyapkan
seperti menghidupkan atau menewaskan
tergantung keinginan hati yang berucap
menjadi berkat ataukah kutuk
bagi mereka yang mendengar




Wednesday, May 1, 2019

KUSADARI

Kusadari aku tidaklah baik
bahkan tidak sebaik dari yang tidak baik
ada saat-saat aku ingin melakukan yang terbaik
namun ternyata itupun tidak untuk Tuhan

Kusadari hidupku tidaklah benar
bahkan tidak sebenar dari yang tidak benar
saat aku merasa sudah melakukan yang benar
namun ternyata itupun hanya untuk membenarkan diri

Kusadari aku tidaklah tulus
bahkan tidak setulus yang tidak tulus
saat aku menunjukkan ketulusan
namun ternyata dibalik itu ada pamrih yang kuharapkan

Kusadari aku tidak memiliki kasih sempurna
bahkan tidaklah lebih mengasihi dari yang tidak memilikinya
pada saat aku peduli sepertinya telah memberi kasih
namun setelahnya aku merasa kurang

Ternyata semua hanyalah semu
dunia masih menguasaiku
namun tidak sekalipun Tuhanku menjauh
Dia setia mengajariku
Dia tidak pernah menolak aku
Dia menguatkan dan meneguhkan
hatiku yang mau berubah

Terimakasih Tuhanku
sungguh tiada yang lebih berharga
selain pengenalan akan Engkau
ya Tuhanku

See the source image

Monday, April 29, 2019

AMARAH

Sesaat setelah segumpal awan hitam berlalu
terbawa angin tinggalkan singgasananya
sepercik cahaya menyilaukan
mengiring gemuruh mengglegar
segerombolan tikus berlarian
berdesak-desak ke dalam liangnya
tak ada satupun yang berani
apalagi sekedar menatap

Merah padam wajah sang angkara
menahan segala kegeraman
tiada yang sepaham
semua menjauh dari harapan
mata memerah karena amarah
menatap dengan beringas
semua tenang tak bergerak
bahkan degup jantung seakan terhenti

Wahai kamu Manusia
Mahluk yang diberi akal budi
serupa dan segambar denganNya
Sengaja engkau mengabaikan hikmat
menyerah kepada kuasa murka
karena kedegilanmu kau abaikan akal budi
padahal peringatan telah jelas
janganlah kemarahan membuatmu berdosa
janganlah matahari terbenam
sebelum padam amarahmu.

See the source image

Thursday, April 25, 2019

JAWAB DALAM HATIMU

Bagai piano alunkan nada
mengisi jiwa yang hampa
tidak sekalipun mengeluh
pasrah ditangan sang pianis

Bagai udara yang setia
mengiring setiap helaan nafas
tidak pernah menampakan wujud
apalagi berdiri angkuh

Bagai matahari yang bersinar
penuhi setiap hidup yang butuh
kehangatan tiada pamrih
selalu tepat mengiring waktu

Bagai mata air yang mengalir
tidak pernah merasa jenuh
walau tiada menuai peduli
demi hidup setiap mahluk

Adakah hati yang terenyuh
wahai sang manusia
mahluk yang termulia?
Adakah yang kau lakukan
melebihi dari sekedar menerima?
Apakah banggamu
dapat mengikis semua kenyataan?
Temukan jawab dalam hatimu..




Tuesday, April 23, 2019

SEMUA SUDAH TERLAMBAT

Kelam dosa di dalam hidup
Dunia semarak berbaur serasi
Tiada berguna nurani berbisik
Raga pasrah terkurung gulita

Serak suara para guru
Rangkaian hikmat tertepis kabut
Semua makna tak berarti
Jatuh di hati yang membatu

Tak peduli rintik mutiara
Apalagi hanya sekedar embun
Dunia terperosok panas membara
Berjuang saling membinasakan

Ketika bersua dengan damai
Kelaliman dengan cepat berpaling
Bertahan terpancang berkubang lumpur
Menyatu erat tak terpisahkan

Sampai waktunya tiba
Jiwa berpisah dari raga
Tiada lagi menuai ampunan
Semua sudah terlambat


Monday, April 22, 2019

KASIH KEKAL

Seketika ku terdiam
termangu merenung
arti karya penyelamatanMu
dalam kehidupanku

Kasih karuniaMu
sungguh tak terbanding
dengan semua kasih
yang dimiliki dunia ini

Hanya Kau Tuhan
Setia dalam hidupku
segala kasih seutuhnya
Engkau berikan

Kemenangan atas maut
memberikan jaminan kepastian
segalanya tidak sia-sia
harapan kehidupan kekal
bersamaMu di surga

Di tempat lain
saat dunia bersyukur
atas kemenanganMu dari maut
kedamaian tercoreng
dengan keberingasan
tanpa penyesalan
memadamkan hidup sesama

Cita-cita, harapan pupus seketika
seiring menggelegarnya
sebuah ledakan
yang membawa ajal
orang-rang yang tulus tak berdosa
bergelimpangan tak bernyawa
mereka telah kembali
kepada Sang Pemilik Kehidupan

Adakah kasih?
Hati semacam apakah ini?
Bagaimanakan bentuknya
manusia yang membenarkan
tindakan ini?

Namun, kembali kepada Kasih
Kasih yang bersumber dari Tuhanku
Tetaplah kasih kekal
tak berkesudahan..
Kasih....














Sunday, April 21, 2019

GETAR DAWAI

Getar dawai serasi berirama..
sendu sepadan mengalun
mendayu gemulai indah..
memanggil-manggil lirik berpadu
terjawab asa
menciptakan harmoni..

Semakin menuai cinta
para telinga terbius setia
merasuk akal dan jiwa
tidak mau kehilanganmu
terus ingin menikmati indahmu

Getar dawai semakin gegap
memenuhi relung para jiwa
menguasai banyak harapan
tiada lagi yang menyamai
keagungan getar dawai

Bahkan para satwa setia
semua mahluk kagum
para penguasa patuh
tidak ada yang membangkang
bagai jalan tanpa hambatan
hanya bunga bermekaran

Hidup tiada susah sepi..
sampai sang bintang menjenguk bersinar
lebih gemilang daripada sekedar dawai
getar terhalang cahaya
decak kagum dituai sang bintang
sungguh indah sejuk cahaya

Getar dawai semakin sumbang
sumbang ditangan manusia
pengharapan tiada lagi
bahkan ceroboh menemani
hampir putus dipetik manusia

Sampai sang manusia menyadari
getar dawai tidaklah abadi
tidak selamanya harmoni terdengar
kembali berserah kepada Sang Penolong

Getar dawai yang telah sumbang
kembali mengalun indah terdengar
sekalipun dunia tidak memuja
tiada lagi sorak elukan

Getar dawai teruslah mengalun
tiada yang terpenting
selain mengalunkan puji
untuk Sang Penolong yang setia