puisi

Tuesday, March 12, 2019

TETAP DALAM KESETIAAN

Seperti biasa saya bangun jam 04.00 subuh, menikmati saat teduh dalam hadirat Tuhan. Seperti yang Tuhan Yesus mengajarkan kepada saya, setiap berdoa saya harus memberikan sapaan salam karena Tuhan Allah adalah pribadi jadi sama halnya kita mengucapkan salam kepada sesama kita, demikianlah dengan Tuhan.
Pagi ini saya mengawali dengan pujian dan penyembahan karena segala roh di dunia ini sangat takut dengan pujian dan penyembahan. Memang setiap kali saya melakukan doa begitu terasa interfensi roh dunia ini yang berusaha menggagalkan persekutuan saya dengan Tuhan, roh itu berusaha mencuri perhatian saya, mengalihkan focus saya, tetapi dengan kekuatan yang Tuhan karuniakan saya harus melawan semua roh-roh tersebut, sehingga persekutuan dengan Tuhan benar-benar terjadi dengan sempurna.
Semua yang saya sampaikan dalam doa selalu konsisten, saya tahu Tuhan pasti tidak pernah merasa bosan mendengarkan doa saya. Seringkali suara setan membisikkan "Tuhanmu sudah bosan mendengarkan doamu" tetapi roh yang ada di dalam saya jauh lebih kuat sehingga segala daya upaya yang dilancarkan setan tidak mempengaruhi saya. Puji Tuhan yang telah menguatkan saya.
Pagi ini diakhir doa saya, saya memohon Tuhan menyampaikan isi hatinya kepada saya. Tuhan menjawab saya "tetaplah setia anakku, sama seperti AKU adalah setia demikian juga kamu harus hidup dalam kesetiaan" Puji Tuhan, saya beroleh kekuatan lagi dalam mengawali hari ini, saya memohon agar Tuhan selalu menguatkan saya dalam menjalani kehidupan ini, setia dalam segala perkara, setia mengandalkan Tuhan dalam setiap kehidupan saya.

No comments:

Post a Comment