Di suatu malam yang kejam...
Tuhanku berlutut..
Bukan hanya air mata...
Tetapi. peluh darah membasahi tubuhNya..
Bergetar karena kemanusiaanNya..
Bapa kalau boleh cawan ini lalu dariKu
Tetapi kehendakMu yang jadi
Bukan kehendakKu...
Dengan beringas mereka merajamNya
Tombak dan cemeti merobek tubuhNya
Ejekan dan cemooh terlontar
Salib berat dipikulNya
Tuhanku terpaku di kayu Salib
Tetapi maut tidaklah menang atasNya
Dimanakah manusia saat itu?
Saat TuhanKu berpeluh darah..
Bermahkotakan duri
Saat Tuhanku menghadapi maut..
Kenyataanya..
Manusia menyangkalNya..
Manusia menolakNya..
Padahal semua untuk keselamatan manusia
Tuhanku mati untuk kita yang berdosa
Tuhanku mati untuk kita yang lemah
Tuhanku mati karena kefasikan kita
Tuhanku mati agar kita diselamatkan
BLOG INI BERISI PUISI-PUISI SEBAGAI KESAKSIAN DAN UNGKAPAN PENGALAMAN PENYATAAN KUASA TUHAN DALAM HIDUP SAYA.. SEMOGA SEMUA PENGALAMAN BERSAMA TUHAN KIRANYA DAPAT TERWAKILI DALAM SETIAP PUISI YANG SAYA TULIS DAN MENJADI BERKAT BAGI KITA SEMUA. SEGALA KEMULIAAN HANYA BAGI TUHAN.
puisi
Tuesday, April 16, 2019
Sunday, April 14, 2019
TUHAN PEDULI
Hari ini..
Ketika matahari baru hadir
Menyapaku dengan setia
Betapa sungguh mulia kasihMu
Memberikan kesetiaanMu
Menemani hari-hariku
Memberi cahaya hidupku..
Hari ini..
Ketika nafas masih berhembus..
Membuat setiap jaringan tubuh bekerja
Betapa kasihMu padaku Tuhan
Melihat segala ciptaanMu
Berbaur dalam gelombang kehidupan
Ketika nafas masih berhembus..
Membuat setiap jaringan tubuh bekerja
Betapa kasihMu padaku Tuhan
Melihat segala ciptaanMu
Berbaur dalam gelombang kehidupan
Hari ini..
Ketika hariku mulai bergulir
Realita kehidupan mulai terkuak
Satu demi satu menjadi kenyataan
Ternyata tidak semua bersahabat
Tidak semua menyambutku ramah
Namun Kau Tuhan tetap didekatku
Realita kehidupan mulai terkuak
Satu demi satu menjadi kenyataan
Ternyata tidak semua bersahabat
Tidak semua menyambutku ramah
Namun Kau Tuhan tetap didekatku
Saat kuberseru..
Bahkan bibir tak mampu ungkapkan
kata demi kata kalimat yang mengadu
Dan ku tak punya kata lagi..
Namun Engkau Tuhan
memahamiku dengan lembut kasihmu
peduli sekalipun dalam hening hatiku
dalam rohMu kau dekap erat
penat duka tak sanggup menyentuh
Bahkan bibir tak mampu ungkapkan
kata demi kata kalimat yang mengadu
Dan ku tak punya kata lagi..
Namun Engkau Tuhan
memahamiku dengan lembut kasihmu
peduli sekalipun dalam hening hatiku
dalam rohMu kau dekap erat
penat duka tak sanggup menyentuh
Thursday, April 11, 2019
SANG PENOLONG
Berharaplah Kepada Tuhan Sang Penolong
Apabila kita tercerai-berai Ia mempersatukan
Saat kita terluka
Da membalut dan menyembuhkan
Ketika kita tertindas
Da menegakkan
Dia menjadi pembela
Begitu kemarau panas menerjang
Dia menyediakan hujan untuk menyiram bumi
Sekian banyak orang yang mengutuk
Dia memberkati
Apabila kita tercerai-berai Ia mempersatukan
Saat kita terluka
Da membalut dan menyembuhkan
Ketika kita tertindas
Da menegakkan
Dia menjadi pembela
Begitu kemarau panas menerjang
Dia menyediakan hujan untuk menyiram bumi
Sekian banyak orang yang mengutuk
Dia memberkati
Tuesday, April 9, 2019
TUHANKU
Tuhanku....
Sungguh, orang yang diam didalamMu akan terpelihara
Akan terpelihara sempurna dari murka dunia
Tuhanku..
Sungguh, orang yang penuh harap kepadaMu
Akan mendapatkan keadilan
Karena Engkau adalah pembela perkaraku
Tuhanku...
Sungguh, orang yang mencintai Engkau
Akan diam dengan damai dalam kasihMu
Karena engkau membentangkan pelangi
untuk melindungi kepalaku
Tuhanku...
Sungguh, orang yang tinggal dalam jalanMu
Akan menemukan kebahagiaan surga
Jiwa yang tentram di ruangMu yang kudus
Bila orang yang Kau kasihi
Ditindas, diremehkan, dicemooh..
Engkau tidak pernah diam..
Engkau menjaganya dari kekerasan dunia
Meluputkan dari bentangan tali jaring dosa
Sungguh, orang yang Kau kasihi
Akan diam dengan damai
Hidup dalam sukacita pujian di dalam Engkau....
Sungguh, orang yang diam didalamMu akan terpelihara
Akan terpelihara sempurna dari murka dunia
Tuhanku..
Sungguh, orang yang penuh harap kepadaMu
Akan mendapatkan keadilan
Karena Engkau adalah pembela perkaraku
Tuhanku...
Sungguh, orang yang mencintai Engkau
Akan diam dengan damai dalam kasihMu
Karena engkau membentangkan pelangi
untuk melindungi kepalaku
Tuhanku...
Sungguh, orang yang tinggal dalam jalanMu
Akan menemukan kebahagiaan surga
Jiwa yang tentram di ruangMu yang kudus
Bila orang yang Kau kasihi
Ditindas, diremehkan, dicemooh..
Engkau tidak pernah diam..
Engkau menjaganya dari kekerasan dunia
Meluputkan dari bentangan tali jaring dosa
Sungguh, orang yang Kau kasihi
Akan diam dengan damai
Hidup dalam sukacita pujian di dalam Engkau....
Monday, April 8, 2019
TAKKAN KUSIA-SIAKAN
Hatiku penuh dengan senandung indah
ingin segera meluap membuat buih yang indah
Deburan ombak sukacita melingkupiku
Taburan bintang di langit
Hamparan keteduhan hati kurasa
Sungguh, tiada yang bias menandinginya
Kedamaian dan sukacita..
Satu hal yang sangat kusyukuri
Di dalam kehidupanku..
Engkau Tuhanku tidak pernah jauh dariku
Bahkan selalu ada dalamku..
Seperti semen dan bangunan
demikiannlah adanya Engkat Tuhan dalam diriku..
tidak terpisahkan...
Sungguh, ku sungguh beryukur
Siapakah aku Tuhan..
Sehingga Engkau begitu peduli...
Tak akan kusia-siakan
Tak akan kubiarkan
Tak akan kuabaikan
Tuhan, Engkau akan kupertahankan
Sampai saat akhir hidupku....
ingin segera meluap membuat buih yang indah
Deburan ombak sukacita melingkupiku
Taburan bintang di langit
Hamparan keteduhan hati kurasa
Sungguh, tiada yang bias menandinginya
Kedamaian dan sukacita..
Satu hal yang sangat kusyukuri
Di dalam kehidupanku..
Engkau Tuhanku tidak pernah jauh dariku
Bahkan selalu ada dalamku..
Seperti semen dan bangunan
demikiannlah adanya Engkat Tuhan dalam diriku..
tidak terpisahkan...
Sungguh, ku sungguh beryukur
Siapakah aku Tuhan..
Sehingga Engkau begitu peduli...
Tak akan kusia-siakan
Tak akan kubiarkan
Tak akan kuabaikan
Tuhan, Engkau akan kupertahankan
Sampai saat akhir hidupku....
Sunday, April 7, 2019
SELALU TERJAGA
Saat angin badai datang
Tanpa permisi, menghantamku, menghempaskanku
Gemuruh ombak ganas
Menakutkanku,
Menari-nari mengejekku..
Hitam kelam
Melingkupiku, membutakan mataku
Menyesakkanku
Aku putus harapan..
Inilah akhir segalanya...
Tak kurasakan lagi keberadaanku
Aku hancur berkeping-keping
Saat semuanya seakan lalu
Kurasakan sebuah kelembutan
Menyapaku, megangkatku dengan kasih
Menopang aku yang tekulai lemah...
Aku ada anakku...
Aku selalu terjaga
Aku setia..
Aku tak pernah sekalipun meninggalkanmu
Berdirilah tegak..
Aku menopangmu..
Aku selalu ada..
Untukmu anakku...
Tanpa permisi, menghantamku, menghempaskanku
Gemuruh ombak ganas
Menakutkanku,
Menari-nari mengejekku..
Hitam kelam
Melingkupiku, membutakan mataku
Menyesakkanku
Aku putus harapan..
Inilah akhir segalanya...
Tak kurasakan lagi keberadaanku
Aku hancur berkeping-keping
Saat semuanya seakan lalu
Kurasakan sebuah kelembutan
Menyapaku, megangkatku dengan kasih
Menopang aku yang tekulai lemah...
Aku ada anakku...
Aku selalu terjaga
Aku setia..
Aku tak pernah sekalipun meninggalkanmu
Berdirilah tegak..
Aku menopangmu..
Aku selalu ada..
Untukmu anakku...
Monday, April 1, 2019
SEKIRANYA AKU SADAR
Pada waktu aku kuat..
Bibirpun penuh senyum kemenangan
Pada waktu jiwaku penuh semangat
Kaki kokoh menopang tubuh.
Pada waktu tanganku cekatan
Semua beban tak terasa berat
Pada saat semua berhasil
Seakan waktu bukan masalah
Pada waktu semua sempurna
Semua nasihat terabaikan
Kebanggaan akan diri
terdekap erat dalam pelukan
Aku lupa ternyata haripun berlalu
Tidak selamanya siang menemaniku
Malampun kan segera menyapa
Aku segera tersadar..
Ternuata tak ada yang abadi..
Kuat, gagah,kehormatan..
Semua hanya sementara..
Pada saat kelam malam hadir....
Segera ku mencari pelita
Agar cahaya terang melegakan mata
Ternyata, semua hanya sementara
Sekiranya aku sadar
bahwa semua hanya karena anugerahNya
kelam malampun takkan nembutakan mata
Karena kasih setiaNya hebat
KesetiaanNya selama-lamanya
Kasih sayangNya abadi..
Pertolonganku hanyalah dari padaNya
jikalau bukan Tuhan yang menyertai hidup
Sia-sialah semua perjuangan kita...
Subscribe to:
Comments (Atom)

